Sebuah peristiwa tragis mengguncang kawasan Gading Serpong, Tangerang Selatan, pada Jumat (7/11/2025) pagi. Seorang siswa SMP berinisial AR (14) ditemukan tewas setelah diduga terjun dari lantai 8 sebuah apartemen di kawasan tersebut. Kejadian ini sontak mengejutkan warga dan pihak sekolah, sementara kepolisian setempat kini tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap motif di balik insiden tragis ini.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan keterangan awal dari saksi mata dan petugas keamanan apartemen, peristiwa terjadi sekitar pukul 07.15 WIB. AR diketahui baru saja pulang dari sekolah dan sempat terlihat naik ke lantai atas sendirian. Tak lama kemudian, warga dikejutkan oleh suara keras di area parkir bawah gedung. Setelah diperiksa, korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.
Petugas keamanan segera melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian sektor Kelapa Dua. Dalam waktu singkat, tim Inafis Polres Tangerang Selatan tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk tas sekolah dan ponsel milik korban.
Polisi Lakukan Investigasi Mendalam
Kapolsek Kelapa Dua, Kompol Heru Santoso, mengonfirmasi bahwa pihaknya masih mendalami motif di balik kejadian ini. “Kami masih mengumpulkan keterangan dari keluarga, pihak sekolah, dan teman-teman korban. Saat ini belum dapat disimpulkan apakah ini murni tindakan bunuh diri atau ada unsur lain yang terlibat,” ujar Heru dalam keterangannya kepada media.
Selain itu, polisi juga tengah menelusuri rekaman CCTV dari beberapa titik di sekitar lokasi untuk memastikan kronologi secara detail. Tim penyidik berencana memeriksa rekam jejak komunikasi korban melalui ponselnya guna mencari petunjuk tambahan.
Reaksi Pihak Sekolah dan Warga
Pihak sekolah tempat AR menuntut ilmu menyampaikan rasa duka mendalam atas kejadian ini. Kepala sekolah mengaku terkejut dan menyatakan bahwa AR dikenal sebagai siswa yang cerdas dan aktif di lingkungan sekolah. “Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Kami berharap semua pihak menunggu hasil penyelidikan polisi dan tidak berspekulasi,” ujarnya.
Sementara itu, warga Gading Serpong mengaku terpukul dengan kejadian tersebut. Beberapa orang tua berharap kejadian seperti ini menjadi perhatian serius bagi semua pihak, terutama terkait tekanan psikologis yang mungkin dialami pelajar di usia remaja.
Pentingnya Perhatian terhadap Kesehatan Mental Remaja
Kasus seperti ini kembali membuka mata publik tentang pentingnya menjaga kesehatan mental anak dan remaja. Dalam beberapa tahun terakhir, tekanan akademik, media sosial, dan pergaulan sering menjadi faktor yang memengaruhi kondisi emosional siswa. Pemerhati pendidikan dan psikolog anak menilai bahwa komunikasi terbuka antara orang tua dan anak sangat penting untuk mencegah tindakan fatal seperti ini.
“Orang tua perlu lebih peka terhadap perubahan perilaku anak, seperti penurunan semangat belajar, menarik diri dari lingkungan, atau sering merasa cemas. Langkah sederhana seperti mendengarkan cerita anak bisa menjadi penyelamat,” ujar psikolog pendidikan, Rini Wulandari.
Penutup
Polisi memastikan akan terus mengusut kasus ini secara transparan. Jenazah AR telah dibawa ke Rumah Sakit Umum Tangerang untuk keperluan autopsi. Sementara keluarga korban berharap agar publik menghormati privasi mereka di tengah masa berduka.
Tragedi di Gading Serpong ini menjadi pengingat betapa pentingnya perhatian terhadap kesejahteraan mental generasi muda. Diharapkan, hasil penyelidikan kepolisian nantinya dapat memberikan kejelasan dan mendorong semua pihak untuk lebih peduli terhadap kesehatan mental anak-anak di Indonesia.
